GASTRITIS

Definisi
Secara umum definisi gastritis ialah peradangan pada dinding lambung terutama pada mukosa dan submukosa lambung akibat produksi asam lambung berlebihan. Sebenarnya asam lambung tidak selamanya jahat. Fungsi utama asam lambung membantu pencernaan dengan menghasilkan kondisi keasaman (pH) optimal untuk enzim pepsin dan lipase juga dengan merangsang pembentukan bikarbonat pankreas.
Kondisi asam yang berlebihan ternyata berpotensi untuk merusak mukosa lambung yang halus. Untunglah, manusia diciptakan dengan sempurna sehingga mukosa lambung pun punya mekanisme pertahanan dari asam yang dihasilkannya. Umumnya gastritis timbul karena ada faktor pencetus, seperti makanan bahkan obat-obatan. Minimnya informasi mengenai obat termasuk efek sampingnya ikut berperan menambah jumlah penderita gastritis.

Pembagian Gastritis
Gastritis terbagi dua, yaitu:
A. Gastritis akut
Merupakan kelainan klinis akut yang jelas penyebabnya dengan tanda dan gejala yang khas. Biasanya ditemukan sel inflamasi akut .
Jenisnya adalah: gastritis stress akut, gastritis erosive kronis, gastritis eosinofilik.
B. Gastitis kronik
Penyebabnya tidak jelas, sering bersifat multifaktor dengan perjalanan kilnik bervariasi. Kelainan ini berkaitan erat dengan infeksi H. pylori.

Etiologi
A. Gastritis akut
1. Gastritis stress akut, merupakan jenis Gastritis yang paling berat, yang disebabkan oleh penyakit berat atau trauma (cedera) yang terjadi secara tiba-tiba. Stres fisis yang disebabkan oleh luka bakar, sepsis, trauma, pembedahan, gagal pernafasan, gagal ginjal, kerusakan susunan saraf pusat.
2. Gastitis erosif kronis, bisa merupakan akibat dari :
• Obat analgesik-antiinflamasi, terutama aspirin. Aspirin dalam dosis rendah sudah dapat menyebabkan erosi mukosa lambung.
• Bahan kimia misalnya lisol
• Merokok
• Alkohol
• Refluks usus lambung
• Endotoksin

B. Gastritis kronik
1. Gastritis sel plasma, merupakan Gastritis yang penyebabnya tidak diketahui. Sel plasma (salah satu jenis sel darah putih) terkumpul di dalam dinding lambung dan organ lainnya.
2. Penyakit meniere, merupakan jenis gastritis yang penyebabnya tidak diketahui. Dinding lambung menjadi tebal, lipatannya menebal, kelenjarnya membesar dan memiliki kista yang terisi cairan. Sekitar 10% penderita penyakit ini menderita kanker lambung.
Jadi umumnya pada gastritis kronik penyebabnya berhubungan dengan Helicobacter pylori.

Patologi
A. Gastritis akut
1. Gastritis stress akut, penyebabnya (misalnya penyakit berat, luka bakar atau cedera) biasanya menutupi gejala-gejala lambung, tetapi perut sebelah atas terasa tidak enak. Segera setelah cedera, timbul memer kecil dilapisan lambung. Dalam beberapa jam memar ini bias berubah menjadi ulkus. Ulkus dan Gastritis bias menghilang apabila penderita sembuh dengan cepat dari cederanya. Apabila tidak sembuh 2-5 hari maka akan terjadi pendarahan, cairan lambung akan berwarna kemerahan dan tekanan darah akan turun.
2. Gastritis erosif kronis , berupa mual ringan dan nyeri di perut sebelah atas. Tetapi banyak penderita (misalnya memakai aspirin jangka panjang) tidak merasa nyeri. Penderita lainnya merasakan gejala yang mirip ulkus, yaitu nyeri ketika perut kosong. Jika Gastritis manyebabkan pendarahan dari ulkus lambung, gejalanya bias berupa tinja bewarna kehitaman seperti aspal atau muntah darah dan makanan yang menyerupai endapan kopi.
3. Gastritis esinofilik, nyeri perut atau muntah bias disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan ujung saluran lambung yang menuju ke usus dua belas jari.
Sindrom dyspepsia berupa nyeri berupa nyeri epigastrium, mual, kembung, muntah, merupakan satu keluhan yang sering muncul. Ditemukan pula pendarahan saluran cerna berupa hematemesis dan melena, kemudian disusul dengan tanda-tanda anemia pasca pendarahan.

B. Gastritis kronik
1. Gastritis sel plasma, nyeri perut dan muntah bias terjadi bersamaan dengan timbulnya ruam di kulit dan diare.
2. Penyakit meniere, nyeri lambung disertai hilangnya nafsu makan, mual, muntah dan penurunan berat badan. Penimbunan cairan dan pembengkakan jaringan bisa disebabkan karena hilangnya protein dari lapisan lambung yang meradang. Protein yang hilang ini bercampur dengan isi lambung yang dibuang dari tubuh.

Pengobatan & Terapi
Pengobatan yang dilakukan terhadap Gastritis bergantung pada penyebabnya. Batasan pengobatan sendiri hanya pada kasus gastritis yang bersifat akut dan memperlihatkan gejala klinis yang ringan seperti nyeri, kembung, mual, dan muntah.
Pengobatan gastritis yang memperlihatkan gejala yang hebat seperti nyeri hebat disertai kejang perut, pendarahan saluran cerna yang ditandai dengan tinja berwarna hitam bahkan mylena, harus ditangani oleh dokter dengan serangkaian pemeriksaan abdomen dan pengobatan dengan antibiotik untuk menghilangkan infeksi (gastritis bakterialis H. Pylori), antikolinergik, dan depresan saraf pusat.
Kategori obat pada Gastritis yang digunakan untuk self medication adalah :
• Antasid : menetalisir asam lambung dan menghilangkan nyeri
( Magnesium Hidroksida, Aluminium Hidroksida )
• Acid blocker : membantu mengurang jumlah asam lambung yang diproduksi.
( ranitidin dan simetidin )
• Vitamin B6 untuk meringankan mual dan muntah.
Selain dengan pengobatan perawatan dapat dilakukan untuk mempercepat penyembuhan antara lain :
• Banyak Istirahat.
• Makan teratur, 3 kali sehari.
• Diet makanan cair, setelah hari ketiga boleh makan makanan lunak. Hindari bahan-bahan yang merangsang ( asam dan pedas ).
• Hindari stress

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: